Metamorfosa.Xyz... Halo GanSist... Pada artikel intermezo kali ini saya mencoba membahas
sesuatu yang jauh kaitannya dengan dunia otomotif. Artikel ini akan coba
membawa kita pada sebuah sudut pandang dari seorang penulis tentang apa yang
terjadi di sisi lain negeri ini. Mungkin beberapa dari pembaca sekalian sudah
melihat sebuah film dokumenter yang diunggah oleh akun youtube watchdoc image
dengan judul “Sexy Killers” jika belum silahkan search ajah di youtube dan mari
kita diskusikan bersama-sama disini.
Tahukan gansisit dari mana asal muasal listrik yang kita
konsumsi setiap hari? Untuk masak, mandi, nonton TV, chas gadget, bahkan dengan
pekerjaan kita sehari-hari kita tidak lepas dengan yang namanya listrik. Listrik
– listrik yang di alirkan oleh perusahaan BUMN kita berasal sebagian besar
berasal dari sebuah pembangkit listrik dengan pembangkit uap atau biasa disebut
PLTU. PLTU-PLTU ini rata-rata beroperasi dipinggiran pantai sepanjang pulau
jawa & pulau2 lainnya. Kenapa demikian? Lalu, dengan apa, atau dengan bahan
bakar apa PLTU-PLTU ini beroperasi? Nanti akan kita bahas tengah artikel ini.
Operasional PLTU yang berkapasitas ribuan Megawatt itu tidak
dapat dari bahan bakarnya yaitu batu bara. Ibarat sebuah mobil atau sepeda
motor yang biasa kita gunakan sehari-hari yang tidak dapat beroperasi tanpa
adanya bahan bakar bensin. Kendaraan & PLTU ini sama mengkonsumsi bahan
bakar fosil. Bedanya yang satu fosil hewan purbakala (minyak) dan yang satunya
adalah fosil tumbuhan purbakala (batu bara).
![]() |
Sawah ladang bekas tambang |
Untuk mendapatkan kedua bahan bakar tersebut butuh proses
penambangan yang cukup panjang. Tapi kali ini saya hanya akan bahas tentang
batu bara, karena yang satu ini yang banyak di produksi ditanah air. Tidak beda
dengan penambangan emas yang ada di tanah papua, untuk mendapatkan batu bara
yang diinginkan perusahaan-perusahaan yang mayoritas di miliki oleh orang elit
di indonesia ini harus melakukan pengerukan tanah. Dan lahan terbesar
tambang-tambang batu bara ini ada di pulau sumatera, kalimantan & sulawesi.
Bagaimana dengan pulau jawa & bali? Saya kurang paham apakah dibawah tanah
yang kita injak ini juga mengandung banyak mineral batu bara seperti di 3 pulau
tersebut. Yang jelas kemungkinan hal itu tidak dilakukan di tanah jawa karena
penduduknya yang lumayan padat.
Silahkan gansist tonton & simak sendiri videonya. Siapa yang
terlibat dan menjadi aktor penting dalam dunia per-batu bara-an ini. Kebanyakan
dari mereka adalah pelaku politik yang berkiprah di negeri ini. Mereka seolah
tutup mata dengan apa yang tejadi, dengan dampak lingkungan yang terjadi akibat
penambangan batu bara ini. Banyak sudah sawah ladang masyarakat yang menjadi
korban digunakan sebagai ladang tambang untuk mengekploitasi tanah di negeri
pertiwi. Tak hanya sawah yang direnggut dari penduduk sekitar penambangan batu
bara ini, rumah, kesehatan bahkan nyawa anak cucu mereka menjadi taruhannya. Air
yang tadinya bersih menjadi keruh. Sawah kering tanpa air. Dan banyak bocah
yang mati karena terperosok kedalam lubang bekas tambang yang kini tergenang
air.
![]() |
Rapat pengusaha dengan parlemen terkait dampak lingungan hidup |
Pemerintah bukan berarti tutup mata akan hal ini, bahkan di
video tersebut jelas terlihat tuntutan dari wakil kita di parlemen sana yang
secara tegas mempertanyakan rehabilitasi dan reklamasi sebagai solusi yang
ditawarkan oleh para investor sebagai akibat dari kerusakan lingkungan
tersebut. Namun kurangnya pengawasan di lapangan disinyalir menjadi pemicu
mulusnya aksi penambangan tersebut.
Belum lagi selesai dengn masalah tambangnya kita dihadapkan
dengan dampak dari adanya dampak lingkungan dari berdirinya PLTU-PLTU yang
berdiri megah disepanjang pesisir pantai indonesia. Coba gansist tebak dengan
cara apa proses pendistribusian batu bara tersebut utamanya dari pulau kalimantan
ke pulau jawa? YA dengan kapal tongkang.
![]() |
batu bara diangkut dengan tongkang |
Untuk mencapai daratan yang dituju, batu bara-batu bara ini
menyberangi lautan menggunakan kapal tongkang yang diderek oleh kapal-kapal
derek. Belum lagi sampai di PLTU tujuan, tongkang-tongkang ini sudah siap
membawa imbas buruk. Salah satu pulau yang terkena imbasnya adalah pulau-pulau
di kepulauan karimunjawa. Pulau-pulau yang dihuni oleh sebagian masyarakat yang
berprofesi sebagai nelayan. Tongkang-tongkang yang berlayar melewati
pulau-pulau tersebut, tanpa sengaja ikut mencemari air laut tempat hidupnya
berbagai macam ikan. Belum lagi jangkar-jangkar yang dilempar ketika mereka ingin
beristirahat atau sekadar isi ulang bahan bakar kapal. Betapa mirisnya nasib
pelayan di pulau-pulau tersebut kehilangan mata pencahariannya karena ikan-ikan
di lautan tersebut pindah habitat.
![]() |
Nelayan tolak PLTU |
Kemudian dampak apa yang terjadi di lingkungan tempat
berdirinya PLTU-PLTU yang menyuplai listrik yang kita konsumsi setiap hari? Mulai
dari lahan tempat berdirinya PLTU
tersebut yang secara langsung, mau tidak mau menggusur tanah rakyat. Rakyat jadi
tidak bisa bertani, menanam padi, menambang garam karena lahannya “secara paksa”
dibeli oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Dampak terhadap lingkungan sekitar?
Tentu saja ada dan lebih berbahaya. Uap panas & debu hasil pembakaran batu
bara menjadikan tanaman sekitar mati sebelum berkembang. Debunya menjadi pemicu
kanker bagi sebagian besar masyarkat sekitar. Beberapa bahkan harus mengungsi
jika tidak ingin terkena imbas dari pulosi udara tersebut.
Di akhir video dijelaskan pula nasib-nasib orang yang
terdampak, sebagian harus ada yang harus meregang nyawa, dan hanya sebagian
kecil terselmatkan.
Terakhir… banyak dari kita yang sering koar-koar selamatkan
lingkungan, bahkan banyak pula dari kita yang berperan sebagai aktifis
lingkungan… tapi tahukah gansist bahwa kita secara tidak langsung juga ikut
dalam proses perusakan lingkungan tersebut. Listrik yang kita gunakan untuk
mandi, masak, nonton TV, chas gadget & untuk keperluan kita sehari-hari
lainnya. Itu semua tidak lepas dari rentetan peristiwa di atas… So… mari kita
hemat energi gansist….
7 comments:
ini judulnya terlalu menggenalisir tanpa mempelajari jeroannya, dipandang dari sisi negatifnya saja.
pembangkit listrik yang mampu membangkitkan daya besar hanya PLTU ( entah bahan bakar nuklir, batubara atau gas).Ciri khas negara industri maju selalu diawali dengan supplay energy listrik untuk menggerakkan mesin industri.
OK sekarang ikuti bahan bakar batubara. Secara aturan tata kelola penambangan batubara, semua didasari oleh aturan keseimbangan lingkungan (silakan tanyakan PT adaro yg ahlinya penambangan), tp saya tidak menjamin keseimbangan lingkungan jika yang melakukan penambangan adalah pemda, atau pribadi karena prinsip tata kelolanya mengacu pada peraturan tidak.
masalah transportasi batubara dari hulu ke hilir, ini lagi lagi klo sesuai aturan baku batubara tidak boleh atau tercecer kemana mana, karena semua diperhitungkan volume angkut dan volume bongkar harus sama.
Proses pembakaran dan efek di PLTU, lagi lagi disana ada aturan lagi dari KemenLH, standarisasi ambang batas cerobong pembangkit (dipantau dengan system continous emission monitoring syatems/CEMS), system catching dust sudah sedemikian canggih dengan Electro precipitator, ataupun filter magnetic precipitator. Jika gas buang melebihi ambang batas, tidak ada ampun......stop itu pembangkit.
Sekarang jika bahan bakar dari batubara diubah ke nuklir, orang awam tahunya radiasi chernobyl, tidak berkaca pada bocornya reaktor nuklir fukushima yg bisa diatasi dengan simple......siram dengan air laut.
Saya tidak menggenalisir bahwa PLTU semuanya polusi, tergantung dari harga beli dan perawatan pembangkitnya.
saya malah berpandangan sinis terhadap film tersebut, karena jika Indonesia menjadi negara industri maju, maka banyak negara lain yang aka merugi, secara kita masyarakatnya besar, konsumen terproduktif didunia.
Ada pesan tersembunyi dari film tersebut, bahwa indonesia tidak boleh bergerak ke negara industri maju, kita cukup dicekokin oleh produk luar, sehingga kita semakin ketergantungan dengan negara negara luar
Setuju..hanya melihat dari sisi negatif saja..kurang berimbang..
Masing2 dr kita punya pendapat yang beda tentunya gansist... Klo menurut saya ini sebuah lingkaran yang jika salah satunya di putus maka bagian yg lain bakal kena imbasnya.... Makanya saya tulis di paragraf terkhir "banyak dari kita yang sering koar-koar selamatkan lingkungan, bahkan banyak pula dari kita yang berperan sebagai aktifis lingkungan… tapi tahukah gansist bahwa kita secara tidak langsung juga ikut dalam proses perusakan lingkungan tersebut. Listrik yang kita gunakan untuk mandi, masak, nonton TV, chas gadget & untuk keperluan kita sehari-hari lainnya. Itu semua tidak lepas dari rentetan peristiwa di atas… So… mari kita hemat energi gansist….
sedih liat yang pas scene nelayan itu, sampai dia bingung gimana cari tempat tinggal lain lagi
Yang bisa bahasa jawa bakal lebih ngrasain sedihnya gan, tenggorokan sy ampe kering dengerinnya
Sebenernya kalau dipikir, peralatan2 yang di pakai untuk shooting dan editing di cas juga dari listrik PLTU
Salam
Ruangpolitik.com
Kita semua ga bs lepas dari listrik ya gan....
Post a Comment